Kaitan Titik Kritis Halal dengan Sistem Jaminan Halal (SJH)

Wanita muslim yang sedang berbagi makanan (Sumber: Freepik.com)

Sebelum membahas tentang titik kritis halal, kenalan dengan Sistem Jaminan Halal (SJH) dulu yuk!

Suatu perusahaan yang telah mensertifikasikan halal untuk produknya, dituntut untuk mengimplementasikan sistem yang berkesinambungan pada proses produksi halal secara konsisten.

Sistem tersebut merupakan sistem jaminan halal (SJH), sebuah sistem yang menghubungkan, mengakomodasikan, dan mengintegrasikan konsep syariat Islam khususnya terkait dengan halal haram, etika usaha dan manajemen keseluruhan, prosedur dan mekanisme perencanaan, implementasi, dan evaluasinya pada suatu rangkaian produksi/olahan bahan yang akan dikonsumsi umat Islam.

Titik Kritis Bahan, Salah Satu Syarat Produk Halal

Salah satu persyaratan yang menentukan halal atau tidaknya suatu produk adalah bahan yang digunakan. Tahukah kamu bahwa setiap bahan memiliki titik kritis? Titik kritis dalam hal ini meliputi bahan, proses atau langkah yang menentukan kehalalan sebuah produk. Bila mana kita lalai dalam melakukan hal ini, bisa saja lho produk yang dihasilkan tidak memenuhi persyaratan, yang mana berarti menjadi tidak halal untuk dikonsumsi umat Islam.

Seberapa Penting Titik Kritis Halal Harus Diperhatikan?

Sangat penting. Bahan dalam produk makanan diketahui terbagi menjadi dua jenis, yaitu bahan baku dan bahan penunjang. Bahan baku bahkan memegang kunci penting dalam penentuan halal atau tidaknya suatu produk.

Bahan baku yang kita kenal beberapa diantaranya berasal dari hewan, tumbuhan, mikrobiologi, dan lain-lain. Nah, setiap bahan baku tersebut memiliki titik kritis bahan yang berbeda-beda, sehingga harus dikontrol dengan ketat.

Selain itu, dalam pengontrolan titik kritis bahan juga diperlukan berbagai dokumen pendukung, beberapa diantaranya adalah prosedur untuk monitoring, koreksi, pendataan, verifikasi, dan lain-lain.

Leave a Reply