Keamanan Pangan Selama dan Setelah Era Pandemi COVID-19

Pelayan restoran yang sedang bekerja dengan menggunakan masker dan sarung tangan di masa pandemi corona virus (Sumber: Freepik.com)

Penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) merupakan sindrom klinis yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut yang parah coronavirus-2 (SARS-CoV-2). COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020 karena penyebarannya yang cepat dan luas di banyak negara melalui sifatnya yang sangat menular dan angka kematiannya yang tinggi di antara golongan orang tua dan orang yang memiliki imun tubuh lemah.

Untuk menjaga keamanan pangan selama pandemi, terdapat beberapa langkah yang dapat kita lakukan, seperti menjaga kebersihan dengan melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan proses pengolahan bahan pangan. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kontaminasi fisik maupun biologi. Selanjutnya, kita dapat memisahkan pangan mentah dari pangan matang. Pemisahan tersebut penting untuk dilakukan karena bahan pangan matang yang siap untuk disantap tentu sudah bersih dari bakteri berbahaya, sehingga perlu dipisahkan dengan bahan pangan mentah yang dapat mengontaminasi pangan matang tersebut. Selain itu, kita juga dapat memasak bahan pangan dengan benar dan menyimpannya pada tempat dan suhu yang sesuai dengan jenis pangan agar tetap aman ketika dikonsumsi.

Dilansir dari Food Safety During and After the Era of COVID-19 Pandemic (2020) karya Amin dkk., hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga keamanan pangan selama pandemi adalah memastikan sistem keamanan pangan berupa Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) diterapkan, termasuk di dalamnya pembersihan, sanitasi, praktik higienis yang baik, dan active packaging juga diperlukan mulai dari proses awal rantai makanan yaitu ketika produksi di pertanian hingga dikonsumsi oleh konsumen.

GMP dan HACCP

Telah disebutkan bahwa GMP dan HACCP merupakan suatu hal yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan pangan selama pandemi. Namun, apakah GMP dan HACCP itu? Good Manufacturing Practices (GMP) merupakan suatu sistem untuk memastikan bahwa produk memenuhi persyaratan keamanan, kualitas, dan hukum pangan. Penting bagi seorang produsen makanan untuk memiliki GMP. Sedangkan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dapat menjadi bagian dari GMP dan merupakan program sistematis untuk menjamin keamanan pangan. Selain pada industri pangan, HACCP semakin banyak diterapkan pada industri non pangan, seperti kosmetik dan farmasi. Sehingga, dapat dikatakan bahwa GMP dan HACCP merupakan sistem yang dimaksudkan untuk memastikan keamanan makanan, bahan kimia, dan juga obat-obatan.

Praktik Kebersihan Makanan from Farm to Fork

Penerapan praktik kebersihan makanan from farm to fork ini tidak hanya menjadi kewajiban di food manufacturing, namun juga food service, home kitchen hingga food delivery. Semua permukaan peralatan yang berkaitan dengan makanan yang mungkin terdapat kontak manusia harus menjadi fokus perhatian, dimana penjamah makanan dapat bertindak untuk menghambat penyebaran COVID- 19. Oleh karena itu, penggunaan alat pelindung diri yang tepat dan kepatuhan terhadap pedoman yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan masyarakat yang mencakup mencuci tangan secara teratur saat bertukar barang, penggunaan pembersih tangan, memakai masker dan sarung tangan, dan menjaga jarak setidaknya 2 meter antara personel merupakan hal yang paling penting.

Perlunya Active and Intelligent Packaging

Sejak pandemi berlangsung, sadar atau tidak, terjadi banyak pengembangan dalam berbagai benda-benda yang biasanya digunakan oleh manusia, mulai dari cat dinding, hingga kemasan makanan dengan sifat antivirus. Kekhawatiran konsumen tentang kemampuan SARS-CoV-2 untuk bertahan hidup di permukaan kemasan telah menyebabkan meningkatnya minat dalam pengembangan polimer dan biopolimer dengan sifat antivirus ini. Pengembangan biopolimer dengan sifat antivirus dan aplikasinya di bidang makanan masih menjadi bidang penelitian yang terbuka, beberapa penelitian yang tengah dilakukan diantaranya adalah penggunaan pelapis atau film nanomaterial yang mengandung nanopartikel tembaga, perak, dan seng.

Semoga penelitian-penelitian ini lekas mendapat hasil yang positif, ya. Selain itu, kita sebagai konsumen harus tetap teliti dan berhati-hati memastikan kemasan makanan kita aman dan sesuai dengan persyaratan dengan semakin banyaknya pengembangan ini.

Daftar Pustaka

Olaimat, A. N., Shahbaz, H. M., Fatima, N., Munir, S., & Holley, R. A. (2020, Agustus 4). Food Safety During and After the Era of COVID-19 Pandemic.

Leave a Reply